Belajar dari Serpihan ALAM

Kita coba lihat, bagaimana alam mengajari kita, bagaimana rasa yang lebih berat bagi kita manakala diri ini berjalan menuju ke dataran yang lebih tinggi, tapi begitu mudahnya kita kalau berjalan turun ke bawah, di sini saja pelajarannya sangat luar biasa, kita diajari oleh alam, bahwa untuk menuju ke atas, ke puncak cita-cita, ke puncak karier, ke puncak ketaqwaan utamanya, harus mendaki, dengan susah payah, penuh pengorbanan, untuk jadi seorang pengusaha kita harus jatuh, bangun, dan itulah pengorbanan, untuk bisa lulus kita harus benar-benar peras otak, dan berkorban ini dan itu, dan manakala kita ingin jadi orang yang muttaqin, riyadho demi riyadlo harus kita kerjakan… semua berat, sebagaimana kita mendaki, tapi sungguh mudahnya kita turun kebawah, kata orang ”merusak itu mudah”, dari orang yang taqwa, dengan kesulitan seperti itu, pada saat kita terpa dengan salah dan salah, langsung dengan mudah derajat turun…

Itu pula juga sudah diajari oleh alam, lihatlah gunung yang meletus, laharnya memporak porandakan semua yang dia terjang, lahar amarah itu kalau tidak bisa terbendung maka sungguh dasyat dampaknya, lagi-lagi itulah alam mengajari kita….. Air yang bisa menyesuaikan diri, di gelas bentuknya jadi gelas, di di botol bentuknya jadi botol, disini kalau kita lihat, pelajarannya adalah kalau jadi orang harus bisa menyesuaikan kondisi, maka kita akan sukses, menyesuaikan kondisi bukan berarti bunglon,lihatlah air walau bentuknya jadi gelas, ia tetaplah air, ndak berubah jadi fisik gelas…..

Alam yang indah, alam yang penuh dengan pelajaran, alam yang penuh dengan misteri, alam yang banyak sekali rahasia dan yang dibalik rahasia itu juga masih terdapat rahasianya, Alam merupakan guru yang sangat baik bagi kita untuk menjadi yang lebih baik
Ada satu Firman Allah dalam QS. Al Imran Ayat 190 :
” Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, ”

Kalau kita pahami satu ayat ALLAH tersebut, hal yang bisa kita ambil pelajaran bawasannya Alam semesta yang diciptakan ALLAH Ta’ala ini banyak sekali bisa diambil pelajaran bagi setiap orang yang berakal, yah… banyak pelajaran yang sebenarnya disana merupakan refleksi dalam perjalanan hidup seseorang, tapi kita jarang bahkan mungkin tidak berfikir sampai ke sana dalam melihat apa yang ada dalam alam ini, padahal semuanya itu selain pelajaran bagi kita, tetapi di sana juga kalau sedikit kita merenung, maka sebenarnya banyak di alam ini simbol-simbol yang merupakan jawaban dari masalah – masalah yang sedang dihadapi oleh seorang manusia.

Wajiblah kita berjuang mengendalikan diri, supaya kembali pada jalannya yang asli, kepada “undang-undang alam”. Suruh dia menyelidiki kembali dan memeriksa, menghukum dengan akalnya, membentuk irama iradatnya, berusaha supaya menang kekuatan yang yakin daripada kekuatan yang samar. Supaya dapat cahaya hakikat mengusir mega kejahilan. Biasakan diri di dalam lingkungan utama, jangan banyak was-was, jangan takut dan putus asa, jangan susah dan duka cita, jangan gentar dan mundur.
Undang-undang alam asli dan benar, orang yang melanggarnya terhukum kejam sekali. Kita harus senan tiasa hidup di dalam garisnya.

Segera aku berbalik duduk dan ‘ ngaturke ‘ sungkem dan sembah merasakan sebuah suasana kebatinan yang bahagia dan tidak terukur, bahwa sebagai seorang bapak atau pemimpin negara keluarga itu harus punya perabot diri, dalam jatidirinya harus selalu eling dan awas terhadap rumit dan gaibnya alam, agar mampu menyingkirkan segala kesusahan dan kesengsaraan. Dengan mengetahui rumit dan rahasia serta misteri alam, maka akan mampu mengendalikan dan menguasainya. Sebab alam ini memiliki kekayaan yang luar biasa, dengan menguasai rahasia alam itu akan menjadikan diri seorang manusia sebagai bapak dan pemimpin keluarga yang memiliki derajat tinggi di hadapan leluhur dan Sang Pencipta. Aku tahu kalimat itu adalah esensi dari tembang jowo “Mongka kantining tumuwuh, salami mung awas eling, eling lukitaning alam, dadi wiryaning dumadi, supadi niring sangsaya, yeku pangreksaning urip “ .

Belajar dari Serpihan Alam…

Iklan

2 Komentar

  1. KDG: maaf baru bisa mampir lagi sob, abis liburan siap beraksi $$$… 😀

  2. Firman Tuhan : “Adapun orang yang memberi, menjaga diri dan membenarkan janji-Nya, kelak akan Kami mudahkan. Sedangkan orang yang kikir, merasa tidak membutuhkan siapapun dan mendustakan janji-Nya, kelak akan Kami susahkan.” (Al-Lail).

    Berat mujahadah dan riyadhoh merupakan proses awal untuk meraih kemudahan. Benar itu, mas …


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




  • Powered by  MyPagerank.Net
    hit counter
  • Allah kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Seringkali Allah melimpahi kita dengan Rahmat, Hidayah dan Anugerah yang tak terhingga tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya Personal (Thoughts) - TOP.ORG Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory Top Global Site 100 Blog Indonesia Terbaik Blog Directory by Blog Flux Personal Blogs Personal Blogs - Blog Rankings
    Add to Technorati Favorites
  • RSS Info Property

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.